oleh fim-ferryismirza
BULAN SUCI Ramadhan yang baru dua hari dijalani oleh ummat muslim, justru awal mulai aksi "perang total" di negeri ini.
Deklir kalimat provokasi itu disampaikan oleh Moeldoko, Ka Staf Presiden pada masa kampanye pilpres lalu.
"Perang total" ala rezim ini menggunakan berbagai "senjata" atau modus. Semisal persekusi, adu domba dan pola lainnya.
Rezim melalui Menkopolkam Wiranto menebar ancaman akan menangkapi provokator. Yang dicap Wiranto sebagai provokator ini adalah para ulama yang berseberangan dengan rezim.
Padahal, para ulama, khususnya di GNPF itu justru yang berjuang untuk kebenaran dan keadilan bagi bangsa NKRI.
Hari ini, terbetik kabar, bahwa UBN (Ustadz Bachtiar Nasir) ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang. Ini tak lepas karena setelah keluarnya fatwa Ijtima III GNPF ulama, dimana UBN memberikan statment dianggap memprovokasi ummat muslim.
Malah sebaliknya rezim melalui kaki tangannya mulai beraksi "perang total" di daerah. Contoh, hari Ahad lalu di daerah Bangil, jamaah masjid yang akan menunaikan sholat tarawih awal ramadhan diadu domba. Kelompok jamaah yang satu disebut shalafi dibenturkan dengan jamaah lain. Akibatnya kisruh dan nyaris terjadi adu pisik.
Menyikapi gerakan "perang total" yang dilancarkan rezim, terutama sebelum dan sesudah tanggal 22 Mei, sebaiknya ummat muslim lebih banyak takdzim menjalani ritual puasa. Jangan terpancing dan gampang diadu domba.
Semisal, jangan pernah sembarang memakan atau mengambil takjil baik dijalan jalan maupun di masjid.
Untuk ta'mir masjid masjid jangan sembarangan menerima sumbangan takjil dari orang yang tidak dikenal.
Sebab, modus "perang total" rezim ini menggunakan "senjata" dan menghalalkan segala cara.
Bisa jadi, dengan menebar racun /virus yang ditaruh dimakanan dan minuman takjil. Memang tidak berakibat langsung. Tapi bertahap. Gejalanya seperti penyakit normal. Contoh, persis seperti yang dialami para petugas saat pemilu lalu.
Nanti, setelah banyak korban berjatuhan, rezim melalui Menkes akan mengumumkan seolah sedang tersebar wabah/penyakit/virus.
Lalu mereka menawarkan obat yang akan mereka distribusikan melalui puskesmas2/klinik2/rumah sakit2 secara cuma2 seolah pemerintah peduli dan bertindak.
Padahal obat2an itu justru akan lebih membuat penyebaran racun/virusnya semakin berkembang dan membahayakan.
Inilah yang mereka maknakan sebagai "perang total".
WASPADA WAHAI UMMAT, PENGURUS MESJID LEBIH BER-HATI HATI MENERIMA SUMBANGAN BERBUKA PUASA